Pekan Biasa XIV(H); Sta. Veronika Yuliani; Sta. Rufina dan Secunda; St Olaf II; St. Felicitas; St. Erik IX

Juli 10, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Hos 8:4-7,11-13   Mazmur 115:3-4,5-6,7ab-8, 9-10 R:9a   Bacaan Injil: Mat 9:32-38

Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”  Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”  Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Renungan

Dalam salah satu sesi acara rekoleksi panggilan untuk murid-murid SMP, imam pemberi rekoleksi bertanya kepada para murid laki-laki, “Siapa di antara kalian yang ingin menjadi imam atau biarawan?”  Ada dua anak laki-laki yang unjuk jari.  Kemudian imam itu bertanya kepada para murid perempuan, “Siapa diantara kalian yang ingin menjadi biarawati?”  Tidak ada satu pun murid perempuan yang unjuk jari.

Mengapa minat untuk menjadi imam, biarawan, biarawati menurun?   Apakah karena pengaruh globalisasi, teknologi atau kehidupan dunia modern saat ini?  Minimnya jumlah panggilan memang menjadi keprihatinan kita bersama seluruh warga Gereja – bukan hanya menjadi tanggung jawab para klrerus atau pimpinan Gerja, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh imat beriman, terutama keluarga-keluarga Katolik sebagai semonarium, tempat persemaian iman pertama dan utama.   Di sana Tuhan berkerja sama dengan keluarga-keluarga.  Namun, apakah kita mau dan bersedia bekerja sama dengan Tuhan sendiri dan menanamkan benih panggilan dalam diri anak-anak dan saudara-saudara kita, dengan membangun cara hidup keluarga Kristiani yang bertekun dalam doa bersama, aktif dalam kehidupan lingkungan dan paroki, serta melakukan perbuatan amal-saleh lainnya?

Panenan memang banyak, tapi sedikitlah pekerjanya.  Maka, marilah kita berdoa supaya Tuhan mengirim pekerja-pekerja untuk panenan itu, untuk merawat dan menyembuhkan yang sakit, mengusir setan-setan dan untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah.

Ya Bapa, begitu banyak orang yang rindu akan sabdaMu dan uluran belas kasihMu.  Semoga semakin banyak kaum muda merelakan dirinya untuk berkarya di kebun anggurMu, menjadi pewarta kasihMu. Amin.

Pekan BIasa XIV; Pw. St. Agustinus Zhao Rong, ImMrt Cina(M); Sta. Veronika dr Binasko; B. Yohana Scopelli; St. Adrian Fortescue; St. Nikolaus Pick; Sta. Hermina

Juli 9, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Hos 2:13,14b-15,18-19   Mazmur 145:2-3,4-5,6-7,8-9 R:8a    Bacaan Injil: Mat 9:18-26

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”  Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.  Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.  Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”  Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.  Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,   berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.  Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.  Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Renungan

Seorang pria yang tulus dan perkasa ditugaskan untuk memimpin sebuah perusahaan.  Di awal kepemimpinannya ia melihat banyak ketidakberesan terjadi disana-sini.  Banyak karyawan yang tidak jujur, melakukan korupsi, penggelapan atau pencurian.  Pria itu berpikir bahwa situasi seperti itu tidak bisa dibiarkan terus-menerus.  Harus ada pembenahan.  Jika perlu para karyawan yang melakukan tindak kejahatan itu harus dikeluarkan, supaya perusahaan tidak terus menerus dirugikan.

Ia mulai melakukan pembenahan.  Jelas banyak karyawan merasa terusik oleh sepak terjang pemimpin barunya.  Mereka merasa terancam.  Mereka mulai meneror pemimpin barunya, bahkan juga melalui cara-cara yang tidak masuk akal, yaitu dengan santet atau guna-guna.

Seorang sahabat yang khawatir dengan keselamatan pria tersebut menasehati: :”Kamu harus memkai benda ini, supaya kamu selamat!”  sambil memberikan sebuah jimat.  Pria tersebut menjawab: “Saya percaya kepada kekuatan doa.  Tuhan pasti melindungi dan menolong saya.”

Pria tersebut, seperti imam kepada dan wanita yang sakit pendarahan, sangat percaya kepada kuasa Tuhan.  Iman kepercayaan menjadi kunci keselamatan, kesembuhan, dan kehidupan bagi kita.

Ya Bapa, dalam kerapuhanku aku datang kepadaMu, mohon kekuatan dan rahmatMu agar aku tetap setia hanya kepadaMu.  Tambahkanlah selalu imanku.  Amin.

Pekan Biasa XIV; Pw. S. Agustinus Zhao Rong, ImMrt Cina (M); St. Eugenius III, Paus; St. Prokopius; B. Gregorius Grassi, Marie Hermine, dkk

Juli 8, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I : Yeh 2:2-5    Mazmur 123:1-2a,2bcd,3-4 R:2cd   Bacaan II: 2 Kor 12:7-10   Bacaan Injil: Mrk 6:1-6

Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.

Renungan

Di suatu tempat  di pinggir jalan raya ada sebidang tanah kosong.  Bukan tanah kosong itu yang menarik perhatian, tetapi spanduk dan tulisan-tulisan yang dipasang di sekitar tanah kosong tersebut, tepatnya di pinggir jalan raya, yang berbunyi: “Kami warga tempat ini, menolak pembangunan Gereja di tanah ini!”  Ada juga tulisan yang yang berbunyi: “Sampai kapan pun kami akan tetap menolak pembangunan Gereja di tempat ini!”   Betapa sulitnya pengikut Kristus untuk beribadah, apalagi untuk mendirikan rumah ibadah.  Mereka ditolak, bahkan juga ada yang dianiaya, diancam jiwanya.

Memang tidak mudah mengubah pandangan orang apalagi membuat mereka sepaham, sepikiran dengan kita, termasuk dalam hal iman.  Penolakan selalu akan terjadi.  Kristus yang hebat dan sangat baik hati saja ditolak oleh saudara-saudaraNya, orang-orang sebangsaNya sendiri.  Menurut Penginjil Markus, orang-orang selalu takjub sekaligus heran akan kehadiran Yesus.  Mereka takjub akan perkataan –perkataan Yesus dan keajaiban-keajaiban yang dibuatNya tetapi di sisi lain mereka heran mengapa Ysus bisa melakukan hal-hal luar biasa tersebut.

Sebenarnya, pengenalan mereka akan Yesus masih dangkal.  Sudah begitu, mereka juga enggan untuk “bertolak lebih dalam lagi”.  Mereka masih mengenakan pikiran mereka sendiri, bukan pikiran Yesus pun heran terhadap mereka dan terhadap kedegilan hati mereka, orang-orang sebangsaNya.  Barangkali Yesus juga sedang heran saat ini melihat kita yang sudah mengenal Kristus malah hidup tidak sesuai dengan pikiran, perkataan dan tindakan Yesus sendiri.

Tuhan Yesus Kristus, ampunilah aku yang terkadang hidup tidak sesuai dengan kehendakMu.  Aku mohon tuntutan RohMu agar aku tetap setia kepadaMu sampai akhir. Amin.

Pekan Biasa XIII(H); St. Odo; B. Maria Romoro Meneses

Juli 7, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Am 9:11-15   Mazmur 85:9,11-12,13-14 R:9b   Bacaan Injil: Mat 9:14-17

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.  Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.  Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Renungan

Seorang sahabat, yang baru saja ditinggal pergi ayahnya menghadap Bapa di surge, berpesan: “Bahagiakanlah kedua orangtuamu, mumpung mereka masih hidup.  Jangan sampai nanti kamu menyesal seperti saya!”

Memang sahabat ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya, terlalu sibuk dengan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya, sehingga perhatian terhadap orangtuanya kurang.  Ia baru menyadari kesalahannya tersebut setelah orang tuanya jatuh sakit dan kemudian dipanggil Tuhan.  Ia sangat sedih ketika ditinggal pergi oleh orangtuanya, ia merasakan kehilangan yang luar biasa.  Ia menceritakan bagaimana dulu ia merasa sangat bahagia ketika masih bisa berkumpul atau bersatu dengan keluarganya, dengan kedua orang tuanya.

Para muridpun merasa sangat bahagia ketika mereka berada bersama-sama dengan Yesus.  Tetapi aka nada saatnya nanti mereka sangat sedih ketika Yesus diambil dari tengah-tengah mereka.  Mereka akan sangat sedih, bahkan kehilangan pegangan.  Namun, hal itu tidak akan berlangsung lama.  Yesus akan kembali untuk menghibur, memberikan kekuatan dan keberanian kepada para pengikutNya.  Sebab, bagi Yesus, kita adalah cawan baru yang telah ditebus oleh DarahNya sendiri, cawan yang siap menerima dan membagikan anggur suka cita dari Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita.

Tuhan Yesus, aku sungguh bersyukur sekaligus bangga menjadi pengikutMu.  Teristimewa karena Engkau mempercayakan aku menjadi penyalur sukacita dan berkatMu bagi orang lain.  Amin.

Pekan Biasa XIII(H); Sta. Maria Goretti; Sta. Godeliva

Juli 6, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Am 8:4-6,9-12    Mazmur 119:2,10,20,30,40,131 R:Mat 4:4    Bacaan Injil: Mat 9:9-13

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”  Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan

Ada seorang ibu yang sangat prihatin dengan keadaan salah seorang putranya.  Putranya ini terjerumus ke dalam pergaulan bebas.  Ia setiap hari hanya berhura-hura dengan teman-temannya, berpesta pora, mabuk-mabukan, berganti-ganti pasangan.  Yang lebih memprihatikan lagi, putranya ini sudah tidak mau lagi pergi ke Gereja.  Jangankan ke Gereja, berdoa pun ia sudah tidak mau.

Pada suatu hari ibu ini bertanya kepada putranya, “Nak, mengapa kamu tidak mau pergi ke Gereja?  Mengapa kamu juga tidak pernah berdoa?”  Jawab putranya, “Bu, saya sangat malu untuk pergi ke Gereja, juga untuk berdoa.  Saya sangat malu kepada Tuhan.  Saya ini orang yang sangat berdoa.  Tuhan pasti tidak mengampuni kesalahan-kesalahanku ini”.  Kata ibunya, “Jangan takut, Tuhan itu maha pengampun.  Ia akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu”.

Tuhan itu maha pengasih, maha baik dan maha pengampun.  Ia akan mengampuni semua dosa manusia.  Seberat atau sebesar apapun dosa tersebut, asal manusia mau bertobat, Tuhan pasti akan mengampuni.  Tuhan datang untuk memanggil orang-orang berdosa, menyembuhkan orang sakit, dan menuntun yang tersesat dalam kegelapan supaya mendapatkan terang dan hidup.  Hanya dengan tobat dan pengampunan orang-orang yang sudah terlalu dalam berkubang dalam dosa akan menemukan kebebasan sejati sebagai anak-anak Allah.  Sungguh, pengampunan Tuhan akan membebaskan kita.  Datanglah kepadaNya dan jangan sampai terlambat!

Bapa yang mahabaik, aku bersyukur bahwa Engkau telah mengutus PutraMu datang kepadaku sebagai Pembebas yang murah hati.  Semoga ku senantiasa mengikuti jalanNya sehingga tidak jatuh ke dalam kegelapan dosa. Amin.

Pekan Biasa XIII(H); St. Antonius Maria Zakaria

Juli 5, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Am 7:10-17   Mazmur 19:8-11 R:10    Bacaan Injil: Mat 9:1-8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itupun bangun lalu pulang.  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Renungan

Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus meyakini bahwa orang itu sakit secara fisik karena ia telah berbuat dosa atau mendapat kutukan dari Allah.  Kitapun juga percaya bahwa setiap perbuatan pasti ada akibatnya, termasuk orang yang berbuat dosa pasti juga mendapat hukumannya.  Hukuman itu bisa penderitaan batin atau sakit secara lahiriah.

Kepada orang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya Yesus bersabda, “Dosamu sudah diampuni”.  Yesus sebagai Tabib Agung lebih mengutamakan penyembuhan jiwa daripada penyembuhan badan.  Penyembuhan badan dengan sendirinya akan terjadi kalau jiwa seseorang sudah sembuh, kalau dosanya sudah diampuni, kalau sudah merasa dekat dengan Tuhan.

Selalu mendekatkan diri kepada Tuhan itu penting.  Selalu dekat dengan Tuhan membuat kita dijauhkan dari perbuatan-perbuatan dosa.  Selalu dekat  dengan Tuhan membuat jiwa dan batin kita tenang dan tentram, badanpun dijauhkan dari segala penyakit.

Ya Bapa, aku bersyukur bahwa Engkau berkenan mengutus PutraMu kepadaku sebagai Tabib Agung yang berkuasa menyembuhkan segala penyakit.  Semoga Ia senentiasa menyembuhkan kelemahan-kelemahanku.  Amin.

Pekan Biasa XIII(H); Sta. Elisabeth dr Portugal; St. Ulrich/Ulrikus; B. Pierre Georges Frassati; B. Maria Crocifissa Curcio

Juli 4, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Am 5:14-15,21-24    Mazmur 50:7-13,16bc-17 R:23b    Bacaan Injil: Mat 8:24-34

Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”  Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”  Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itupun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.  Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.”  Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.  Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.  Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Renungan

Pada suatu pagi ada dua orang pemuda hendak mengikuti perayaan Ekaristi harian di Gereja.  Ketika hampir masuk Gereja, tiba-tiba ada satu keluarga membawa gadis yang kerasukan roh jahat, dan minta didoakan oleh Pastor.  Pastor tersebut mengambil air suci dan mengajak dua pemuda dan keluarga tersebut untuk berdoa.  Ketika didoakan dan diperciki air suci, roh jahat dalam diri wanita tersebut berteriak, “Ampun! Ampun! Panas!” Roh jahat tersebut kepanasan dan memohon ampun ketika kuasa Tuhan datang atasnya.

Hari ini pun kita menyaksikan bagaimana roh jahat yang menguasai dua orang yang datang dari pekuburan tunduk dan ketakutan ketika melihat Yesus.  Roh jahat tidak berdaya melawan Yesus.  Dan saat itu Yesus melakukan pengusiran setan (eksorsisme) dari dalam diri dua orang yang kerasukan setan itu.

Di dalam hdiup sehari-hari roh jahat selalu berusaha menggoda supaya kita jatuh ke dalam dosa, jatuh ke dalam kekuasaannya.  Tetapi tidak usah takut, dalam nama Yesus kita bisa mengalahkan mereka.

Tuhan Yesus Kristus, aku  bersyukur bahwa aku boleh memiliki Engkau sebagai Terang hidupku.  Dampingilah aku selalu supaya kegelapan dosa jangan sampai menguasai aku.  Amin.

Pekan Biasa XIII; St. Helidorus; St. Horst/Horestes

Juli 3, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Ef 2:19-22    Mazmur 117:1,2 R:Mrk 16:15    Bacaan Injil: Yoh 20:24-29

Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Renungan

Pastor Willekens SJ, Salah satu perintis pribumisasi pendidikan, iman dan pelayanan rohani umat Katolik Indonesia, ketika terpilih menjadi Uskup mengambil moto: “Scio Cui Credidi” – Aku tahu kepada siapa aku percaya.  Jelas ia percaya kepada Tuhan yang telah memilih dan mengutusnya.  Tuhan yang memilih dan mengutusnya pasti akan memberikan kekuatan kepadanya, melindunginya, dan tidak akan meninggalkan atau membiarkannya binasa.  Tuhan yang memilihnya itu berkuasa untuk melakukan apapun.  Bahkan alampun tunduk kepadaNya.

Tuhan Yesus tidak akan membiarkan para muridNya binasa diterjang angin ribut.  Ia juga tidak akan membiarkan kita jatuh binasa dalam perjalanan penziarahan hidup kita.  Ia akan senantiasa menyertai kita, melindungi dan menolong kita.  Hanya satu hal yang Ia tuntut dari kita: Percaya! Dan Yesus sendiri bersabda: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!”

Kita pengikut Kristus saat ini tentu belum pernah melihat Yesus dari muka ke muka seperti orang-orang pada masa Yesus hidup di Palestina.  Tetapi mata iman kita sanggup melihat wajah Yesus dan berjumpa dengan dia di dalam ruang rindu batin kita.  Maka, berbahagialah kita karena iman kita begitu besar.

Tuhan Yesus Kristus, tambahlah imanku, manusia yang kurang percaya ini.  Aku yakin bahwa Engkau selalu menyertai, melindungi, dan menolongku.  Amin.

Pekan Biasa XIII; St. Bernardinus Realino; St. Fransiskus di Girolamo; St. Yohanes Fransiskus Regis

Juli 2, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Am 2:6-10,13-16    Mazmur 50:16bc-17,18-19,20-21,22-23 R:22   Bacaan Injil: Mat 8:18-22

Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.  Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Renungan

Dalam hidup ini sering kita dihadapkan dengan berbagai macam pilihan.  Ketika kita menentukan suatu pilihan berarti kita juga harus siap berkorban untuk kehilangan yang lainnya.  Ketika seseorang menentukan pilihan hidupnya untuk menjadi seorang rohaniwan, biarawan atau biarawati maka ia harus rela untuk hidup tidak menikah atau berkeluarga.  Ketika seseorang memilih untuk menikah secara Katolik berarti ia harus siap hidup dengan satu pasangan seumur hidup, tak terceraikan dan hanya kematian yang memisahkan.

Ketika kita sudah menentukan pilihan maka kita harus komit pada pilihan tersebut, dengan tegas, sepenuh hati, tidak setengah-setengah atau plin-plan.  Demikian juga ketika kita sudah membuat pilihan untuk menjadi pengikut Kristus.  Kita harus total mengikuti Dia, termasuk segala tuntutan dan konsekuensinya.  Kita harus mau meninggalkan atau mengorbankan yang lain karena Kristus menghendaki demikian.  Kita tidak boleh menoleh ke belakang, tapi harus mantap menatap dan maju menuju masa depan bersamaNya.  Perhatian kita tidak terbagi pada hal-hal lain yang bertentangan dengan kehendakNya.

Tuhan Yesus Kristus, aku bersyukur bahwa Egnaku berkenan memanggil dan memilih aku menjadi pengikutMu.  Semoga aku tetap setia mengikuti Engkau dan setia pada komitmen yang telah aku pilih sebagai muridMu.  Amin.

Pekan Biasa XIII(H); Harun Imam Agung; St. Oliver Plunkett; St. Teodorikus

Juli 1, 2012 pukul 12:00 am | Ditulis dalam ziarah batin | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Bacaan I: Keb 1:13-15,2:23-24   Mazmur 30:2,4,5-6,12a,13b R:2a  Bacaan II: 2 Kor 8:7,9,13-15   Bacaan Injil: Mrk 5:21-43

Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.” Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.  Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”  Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”  Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”  Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.  Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.  Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”  Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.  Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Renungan

Seorang  bapak begitu terpukul mendengar vonis dokter bahwa harapan hidup istrinya jika setuju operasi, tinggal 25%.  Dokter menyerahkan keputusan kepada pihak keluarga apakah mau operasi atau tidak, karena menurut dia hanya mukjizatlah yang bisa menolongnya.  Dalam situasi seperti ini hanya Tuhan saja tempat berlabuh terakhir.  Keluargapun memutuskan untuk operasi.  Selama operasi berjalan mereka bersama-sama berdoa memohon kepada Tuhan supaya menyelamatkannya. Doa mereka dikabulkan Tuhan, ibu tersebut selamat.

Seperti Yairus dan wanita yang sudah 12 tahun menderita pendarahan, keluarga ini percaya kepada kekuasaan dan kebaikan hati Tuhan.  Mereka memohon kepada Tuhan dengan keyakinan akan disembuhkan, dan doa mereka dikabulkan.  Mari kita meneladani iman, pengharapan dan cinta mereka semua.

Tuhan Yesus, aku ingin sembuh, teguhkanlah imanku. Amin.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.